CGVBlitz SphereX Personal Review

Kali ini saya akan membahas tentang Bioskop CGVBlitz SphereX. Sejak Blitzmegaplex berganti nama menjadi CGVBlitz, beberapa fitur bioskop tambahan di tambah ke dalam bioskop mereka. Salah satu fitur yang di tambahkan adalah CGVBlitz SphereX yang menurut website CGVBlitz hadir dengan mengedepankan 3 hal utama yaitu layar, suara dan kursi.

Menurut website CGVBlitz sendiri, SphereX hadir dengan teknologi layar lebar yang melengkung sehingga penonton memiliki bidang pandang menonton film yang lebih luas dari semua sisi. Dengan suara menggunakan 60 buah speaker Dolby Atmos menghasilkan resonansi suara yang menyatu, serta kursi yang dapat direbahkan hingga 45 derajat dan satu auditorium dapat menampung lebih dari 500 kursi.

Minggu lalu merupakan premiere film james bond terbaru yaitu Spectre, kebetulan adalah hari jum’at dan saya tidak ada rencana menonton sebelumnya, pada saat saya sampai di Grand Indonesia, saya pun mendapatkan auditorium lain selain SphereX telah terisi penuh, sebenarnya SphereX ini juga lumayan penuh, tetapi setelah saya membaca website CGVBlitz saya pun menjadi yakin bahwa dengan menonton di auditorium CGVBlitz SphereX, saya dapat menonton dengan nyaman walaupun tempat duduk saya berada di sisi kiri agak depan. Seat H 27 & 28 berada di agak tengah tetapi jaraknya hanya 3 – 4 kursi dari ujung kiri.

tiket
Bukti Tiket

Ternyata anggapan saya salah, poin pertama yang disebutkan tidak terbukti. Tetap saja lebih nyaman menonton di tengah-tengah daripada di samping kiri dan kanan. Emang sih dengan layar yang miring dan extra lebar tersebut saya tidak usah terlalu memiringkan kepala untuk menonton, tetapi layar nya yang miring tersebut membuat saya agak pusing dengan gerakan gambar yang ada di layar tersebut. Ditambah lagi subtitle yang letaknya ada pada bagian yang miring turun di sebelah bawah, sehingga untuk membaca subtitle dan mengganti fokus ke scene yang sedang berjalan amatlah pusing sekali. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana audience yang disudut paling kiri dan kanan serta sudut paling bawah bisa tahan. Menurut saya pribadi dengan layar miring malah bikin kepala pusing. Resolusi yang di tembakkan ke layar juga kurang bagus dibanding dengan bioskop sejenis dengan daya tampung yang mirip dengan SphereX.

Sound system nya parah, menyoal sound saya juga tidak jelas mungkin kalibrasi dan volume yang di setel terlalu kencang atau bagaimana, pada adegan seru dan meledak-meledak, speaker nya kedengaran pecah “prek-prek-prek” seperti meledak-meledak sehingga menyakitkan sekali ke telinga. Konsep nya sih bagus, tapi kalau eksekusi nya seperti ini jadinya malah sound nya parah banget jadinya.

Satu-satu nya kekuatan CGVBlitz SphereX adalah di seat nya, daya tampung penonton nya amat banyak, sehingga kita-kita yang beli tiket telat juga tetap dapat menikmati menonton film.

Saya juga tidak tahu apakah saya yang tidak bisa menikmati fitur baru, apakah suara nya memang meledak-meledak seperti suara speaker pecah. Yang pasti review saya pribadi untuk CGVBlitz SphereX tidaklah menyenangkan seperti yang dibayangkan.