Back to Blackberry : Curhat dan Mini Review

Setelah sekian lama memakai HP touchscreen, akhirnya saya memutuskan untuk Back to Blackberry. Saya paling sering mengetik email dan whatsapp yang berhubungan dengan kerjaan menggunakan Handphone. Setelah blackberry Q10 tidak bisa digunakan dengan nyaman karena OSBB10 sudah tidak aktif lagi, saya berpaling ke HP touchscreen dari Iphone 6 sampai Samsung Note FE.

Kesan saya memakai Handphone touchscreen adalah : CHAOS. Saya benar-benar tidak mengerti kenapa ada orang yang suka memakai handphone touchscreen. Keyboard touchscreen adalah software yang paling tidak bisa digunakan di dunia ini, setiap ketikan kata serasa di neraka. Ada yang mengatakan keyboard IOS bagus, ketika saya coba malah saya berani bilang keyboard Gboard sedikit lebih baik drpd IOS. Ada juga yang bilang pakai autocorrect.

Ketika saya coba autocorrect, neraka yang sebelumnya mungkin level 1 langsung berasa loncat ke level 7. Autocorrect lumayan membantu ketika saya menulis email dalam SATU BAHASA BAKU. Maksudnya bahasa baku sebagai contoh jika saya menulis email dengan Bahasa Inggris, maka settingan language di keyboard juga wajib inggris, pada settingan begitu, saat kita salah ketik, maka Gboard akan langsung melakukan koreksi, bagus untuk beberapa saat sampai software nya tiba-tiba menggila, kata yang sudah benar dia koreksi jadi entah apa aja. Apalagi jika kita akan menulis brand yang menggunakan plesetan kata, bakalan dikoreksi menjadi baku juga oleh autocorrect. Selain itu, saya menggunakan keyboard dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris. Bayangkan saja autocorrect super ngaco yang bikin kita harus delete delete melulu, bukannya membantu malah bikin lebih parah lagi.

Jadi, setelah banyak menelan malu gara-gara salah ketik di percakapan formal dan email formal, serta Blackberry Keyone sedang diskon habis harganya ( pas launching 8jt an skrg 4jt an ), saya pun langsung mengganti Note FE saya dengan Blackberry Keyone. Jujur kalau menyoal kualitas layar, kecepatan process, dan android version, Blackberry kalah jauh dari merek hp lain, orang lain sudah Android 8, Blackberry masih saja ketinggalan di 7.1.1, klasik banget problemnya. Wifi juga bermasalah out of box, gak bisa connect ke wifi 5GHZ, tetapi masalah terbesar saya yaitu akurasi pengetikan langsung teratasi. Ini Handphone benar-benar business phone sejati yang didesain dengan pemikiran “Untuk Kerja” . Saya mengetik artikel ini di WordPress App dengan error atau penghapusan ketikan hampir 0%. Saatnya masuk ke bagian review.

Bagian I. Penilaian Fisik

Ukuran Fisik : 149.1 x 72.4 x 9.4 mm dengan berat 180 gram.

Secara bentuk, desain Keyone benar-benar bisnis banget kesannya ( BTW, punya saya KeyONE black dengan RAM 4GB dan Storage 64GB ), modelnya berbeda dengan handphone di pasaran yang full didominasi dengan bentuk kotak tanpa variasi yang berarti. Mungkin selera pribadi tapi saya sebenarnya prefer yang warna putih aluminium daripada all-black seperti ini.

Tulang frame bagian samping dari body HP ini menggunakan Metal, sedangkan belakangnya menggunakan material agak kesat seperti karet, mungkin berbasis plastik. Logo BB yang khas juga berwarna Hitam di belakang body. Saya suka dengan desain seperti ini, benar-benar nampak seperti handphone yang diperuntukkan untuk bekerja, bukan untuk bermain. Cocok banget untuk dibawa ke meeting tanpa merasa malu. Lo bayangin bawa HP cina yang bentuknya cupu, pasaran dan berkesan murahan untuk ketemuan sama orang yg bawa iphone, maluuuuu.. Pake keyone setidaknya bs agak sombong sikit karena bentuknya yang gak pasaran habis.

Kekurangan dari aspek fisik Keyone ini adalah : penempatan tombol power, volume rocker dan tombol shortcut yang aneh, serta 180 gram termasuk berat dan tebal untuk handphone masa kini.

Tombol power terletak di kiri, tempat biasanya tombol volume, sedangkan tombol volume di kanan bagian tengah, aneh banget. Kemudian adanya tombol quick shortcut di bawah tombol volume yang rentan ketekan secara gak sengaja bikin ribet bgt terutama pas ngelock, apalagi seperti saya yang punya jari pendek.

Bagian II. Layar, Keyboard

Spesifikasi Layar : IPS LCD ( kykny display LG ini ) 4.5 inch, Resolusi 1080 x 1620 3:2 dengan kerapatan pixel 434 ppi

Fitur : Keyboard QWERTY

Salah satu alasan kenapa saya tekankan soal ini Handphone merupakan bisnis phone sejati adalah di Layar dan Fitur Qwerty nya. Layar sebesar 4.5 inch dengan resolusi tidak umum 1080 x 1620, sangat tidak cocok dan aneh jika dipakai untuk nonton youtube. Ukuran layar terasa kecil dan janggal untuk dipakai main game, tetapi saat kita membaca email dan dokumen, ukuran seperti ini terasa pas, tidak terlalu panjang seperti resolusi 1920 ( widescreen ). PPI 434 cukup rapat sehingga layar terasa halus dan jernih.

Dibawah layar terdapat home button, back dan app switch capacitive. Biasa saja walaupun termasuk fitur yang cukup baik memiliki tombol fisik seperti ini.

Dibawah capacitive button terdapat keyboard QWERTY khas Blackberry yang harus diulas khusus oleh saya.

Sebagai catatan, pada tahun 2018 ini, hampir tidak ada Produser handphone memproduksi handphone dengan keyboard fisik. Jadi jika anda seperti saya, mencari handphone dengan keyboard fisik, maka pilihan anda yang terbaik pasti akan jatuh pada brand Blackberry (Priv, Keyone, Key2, dll ).

Keyboard fisik Keyone ini sangat nyaman dipakai. Walaupun secara personal saya masih lebih prefer keyboard blackberry bold 9000 / 9900, tetapi dengan tidak adanya pilihan lain, kita harus puas dengan keyboard ini. Selain berfungsi menjadi keyboard, fingerprint scanner jg terletak di tombol spasi. Keren sekali!. Fungsi tambahan yang menurut saya sangat bermanfaat adalah fungsi trackpad pada keyboard, jadi kita hanya tinggal menggeser jari kita pada keyboard, maka tampilan email atau artikel yang sedang kita baca akan scroll sendiri, tidak usah susah-susah menyentuh layar.

Untuk keyboard gak ada complain karena emang sudah realita kehidupan bahwa Blackberry merupakan brand Handphone dengan keyboard fisik terbaik di dunia. Untuk layar, kalo anda seperti saya yang sebelumnya dimanjakan oleh Super Amoled Samsung, maka anda akan sedikit merasa layarnya kurang kontras dan warna layar terasa kurang hidup. Tetapi soal warna siapa yang bisa menang dari Samsung? Iphone sekalipun masih harus tekuk lutut lawan Super Amoled.

Bagian III. Battery

Kapasitas : 3500 mAh

Battery life merupakan faktor yang sangat penting untuk business phone, karena terkadang kita dapat menghabiskan waktu seharian diluar kantor tanpa akses ke Charger maupun powerbank. Pengalaman memakai Iphone saya, saya tidak berani jauh-jauh dari yang namanya charger karena battery saya cepat sekali habisnya. Kemana-mana wajib bawa powerbank.

Hampir sama juga dengan Iphone, pada saat saya memakai Note FE, saya juga wajib menyediakan powerbank untuk berjaga-jaga jika terjadi lowbatt mendadak.

Blackberry Keyone ini dibekali dengan Battery berkapasitas 3500 mAh, bandingkan dengan Note FE 3200 mAh dan Iphone 6 1810 mAh.

Sepanjang saya coba, HP ini dapat bertahan sampai 16 jam dengan pemakaian intensitas sedang ( whatsapp, pakai GPS, nonton youtube sedikit, kerja balas Email, full seharian ), bandingkan dengan Note FE yang hanya bisa bertahan 10 Jam atau iphone dengan ketahanan 6 Jam. Mungkin saja layar yang berukuran lebih kecil membuat Blackberry KeyOne sedikit lebih hemat menghabiskan battery daripada handphone dengan ukuran layar full.

Karena keyone menggunakan chipset Qualcomm, maka ini HP juga support Qualcomm Fast Charging, pada saat kita colokkan charger ingat untuk pilih boost mode untuk mengaktifkan Fast Charging. Jika mode nya tidak dipilih, maka yang hidup hanyalah mode charging biasa.

Salah satu kekurangan soal battery adalah tidak adanya support untuk wireless charging. Sebagai HP dengan kelas flagship seperti ini, sangat aneh sekali Blackberry keyone tidak dilengkapi fitur wireless charging receiver.

Bagian IV. Kamera

Kamera Utama : 12 MP, f/2.0, 1/2.3″, 1.55µm PDAF

Kamera Selfie : 8 MP, f/2.2, 1/4″, 1.12µm

Saya tahu sampai zaman sekarang juga masih banyak orang yang terpaku dengan MP atau megapixel kamera. Padahal yang menentukan kualitas gambar dari kamera bukan hanya melulu Megapixel. Iya emang benar Megapixel itu secara langsung mempengaruhi kualitas foto, tetapi coba kita baca baik-baik spesifikasi ini.

12 MP dipadukan dengan focal length f/2.0 dan sensor size 1/2.3″ dengan pixel size 1.55 µm dan autofocus Phase Detection. Jika kita telusuri spesifikasi ini, maka kita akan mendapati bahwa BlackBerry Keyone menggunakan Sensor kamera Sony IMX378, yang juga dipakai di Google Pixel dan merupakan salah satu sensor kamera kelas atas, walaupun secara kualitas foto menurut saya masih kalah jauh dengan Note FE yang pernah saya pakai.

Saya tidak akan membahas lebih jauh soal sensor kamera karena akan menjadi tulisan yang terlalu panjang. Yang pasti, kamera dan hasil foto Blackberry Keyone lebih bagus dari kamera Handphone dengan rentang harga 4-5jt. Masih dibawah performa kamera HP flagship Samsung dan Iphone. Cukup bagus dan tidak malu-maluin untuk bisnis tapi kurang greget untuk foto Jalan-jalan.

Ngomong-ngomong soal bisnis, handphone ini benar-benar didesain untuk bisnis bahkan sampai ke software kameranya. Jangan harap bisa menemukan stickers lebay dan filter “beautify” pada kamera. Malah kita mendapatkan Manual mode ala-ala SLR yang keren.

Selain foto, kita juga dapat merekam video sampai resolusi [email protected] atau [email protected] Kamera Blackberry Keyone juga telah dilengkapi dengan Chroma Flash dua warna untuk hasil gambar yang lebih memadai.

Bagian V. Software Android

Pada bagian ini saya benar-benar love-hate relationship banget dengan Blackberry. Di satu sisi saya senang banget dengan control yang diberikan kepada kita selaku pemakai. Blackberry tidak memaksa kita untuk menggunakan bloatware atau fitur-fitur bawaan blackberry. Kita diberi kuasa untuk menghapus hampir semua aplikasi bawaan Blackberry dan menggantinya dengan yang lain. Bahkan permission sampai yang kecil-kecil juga dapat kita control dengan penuh.

Interface nya juga gak terlalu drastis diubah, faithful to android AOSP kalo org bilang. Fungsional dan lagi-lagi Business minded.

Salah satu complainan fatal adalah wifi 5GHZ TIDAK BERFUNGSI sejak beli. Saya sudah baca di forum juga katanya emang android N bermasalah dengan wifi 5GHZ yang di enkripsi dengan AES, dan telah di patch oleh google Android O.

Nah ini juga satu complainan fatal, kelihatan banget malesnya produsen, hal ini juga yang bikin orang males pakai produk Blackberry. Software updatenya terkesan lambat, sudah hampir satu tahun sejak android 8 atau O diluncurkan oleh Google, dan pemakai Keyone belum mendapatkan update tersebut. Malah android P sudah mau diluncurkan dalam bulan-bulan depan, dan pemakai Blackberry keyone belum semua mendapatkan update O. Malah android patch update yang seharusnya diinstall beberapa bulan sekali, terakhir diupdate pada Juni atau 6 bulan lalu.

Bagian Terakhir – Conclusion

Setelah mengulas mengenai hampir semua aspek dari Blackberry Keyone, kita dapat menyimpulkan bahwa keyone benar-benar menargetkan pelaku bisnis yang tidak terlalu membutuhkan multimedia player. Seluruh bagian dari HP ini, luar dalam didesain dengan gen Business Phone.

Jika anda adalah profesional yang membutuhkan handphone memadai untuk membantu pekerjaan, mengetik email dengan cepat dan akurat, foto yang lumayan bagus, battery tahan lama, dan penampilan handphone yang gak malu-maluin. Blackberry KeyOne adalah jawabannya, gak heran jika website review luar mengatakan bahwa Keyone adalah “Productivity Powerhouse” .

Tetapi saya menyarankan anda untuk tetap membeli unit handphone kedua kelas flagship, sekelas Samsung Galaxy S atau Note, atau Iphone, dan nomor kedua untuk pemakaian pribadi, karena fitur entertainment Blackberry Keyone sangat tidak memadai sekali.