Bahaya Memberikan Data Pribadi Sembarangan

Saya yakin kita pasti sering ditawari kartu kredit atau produk finansial lainnya pada saat jalan di mal ataupun melalui telepon. Tetapi apakah anda tahu Bahaya Memberikan Data Pribadi Sembarangan.

Data-data yang seperti nomor ktp, data di kartu keluarga, nama ibu kandung, dll sebenarnya merupakan data yang bersifat pribadi yang hendaknya hanya diketahui oleh kita sendiri. Kenapa demikian? coba saja kita telepon ke bank minta blokir kartu kredit atau melakukan penggantian nomor hp, pihak bank akan menanyakan beberapa pertanyaan verifikasi seperti alamat email, nama orang tua, expired kartu kredit dsb. Hanya dengan menjawab benar bbrp pertanyaan tersebut, kita dapat melakukan ganti no tlp verifikasi kartu kredit contohnya.

Bayangkan saja kita mempercayakan seorang sales kartu kredit data-data pribadi yang sedemikian penting, bagaimana kalau dia menggunakan data itu untuk kepentingan dia sendiri? bisa saja dia memberikan data kita dengan sedikit modifikasi terutama di bagian nomor telepon atau alamat email. Cukup dengan mengganti nomor telepon kita menjadi nomor telepon dia, si marketing nakal bisa mewakili kita untuk melakukan apply kartu kredit yang kemudian dia pakai sendiri. Paling nanti akan ada debt collector tiba-tiba main ke rumah tanpa kita merasa ada memakai kartu tsb. Jika itu terjadi, akan sulit dan ribet sekali penanganannya (bulak balik kantor polisi udah pasti).

Yang saya jelaskan ini hanya satu contoh, masih banyak hal yang sepele sampai ekstrim yang bisa mereka lakukan dengan data pribadi kita.

Oleh karena itu dari saat ini kita sudah harus mulai menghentikan memberikan data pribadi sembarangan kecuali jika memang kita yakin data itu tidak akan di salah gunakan. Misalnya apply kartu kredit atau pinjaman langsung di bank melalui CS. Walaupun hal itu tidak menjamin 100% tetapi lebih cenderung aman jika kita melakukan apply kartu kredit atau pinjaman langsung melalui bank.

Hargailah diri kita sendiri, yang sudah terlanjur pernah memberikan data diri keluar seperti saya, jangan layani para telemarketer yang akan menelepon ke handphone anda apapun itu bentuknya. Karena banyak penipu yang akan mixed in. Saya pernah mendapat telepon dari “yang katanya” pihak bank, menelepon jam 6 sore (diluar jam kerja agak aneh), ngaku2 saya udah apply kartu kredit dan minta data lengkap.. saya tanyakan “lo penipu pasti” orangnya langsung ketawa dan tutup telepon. Ada juga yang jika anda menolak, mereka akan langsung sewot dan menyinggung anda. Jadi, pada saat menolak, langsung aja blg engga dan matiin telepon.

Yang belum pernah, jangan pernah tergoda karena memberikan data pribadi kepada orang lain merupaka satu hal paling bodoh yang dapat anda sesali sepanjang hidup.

Komentari Tulisan