Perlindungan Terhadap Data Pribadi

Saya tidak tahu apakah khayalak ramai menyadari bahwa Data Pribadi anda seperti Nama Lengkap, Nomor HP, Alamat, dll, pada saat ini sedang di perjual-belikan oleh berbagai pihak. Salah satu gejala bahwa data pribadi anda telah dijual adalah tiba-tiba anda ditelepon oleh telemarketer untuk menawarkan barang atau jasa.

Saya yakin untuk pemakai kartu kredit hampir 99% pasti akan ditelepon oleh telemarketer yang datang entah darimana saja. Contoh kasus saya pribadi, di blocklist hp saya ada ratusan nomer telepon dari telemarketer yang saya tolak. Awalnya saya masih menolak secara halus, kemudian makin lama koq sepertinya telemarketer itu makin ngeyel dan maksa aja, bahkan ada yang bernada mencemooh dan nyolot pada saat anda tolak. 

Pada puncaknya, suatu hari saya sedang sibuk banget, pikiran mumet, ditelepon telemarketer dan dibujuk2in dengan asuransi autodebit di kartu kredit dengan premi murah, saat itu saya entah kenapa iya-in aja.. ternyata ujungnya dipikir2 saya menjadi harus bayar ekstra 600rb per tahun untuk asuransi yang gak jelas, gak ada polis dengan segudang batasan. Tanpa cara claim yang jelas samasekali. Dan untuk cancel asuransi tsb saya harus menutup kartu kredit saya karena kantor asuransi tersebut menarik ulur berbulan-bulan pada saat saya mau cancel. 

Sejak saat itu, setiap ada telemarketer yang telepon ke saya, pada saat dia mulai memperkenalkan diri, akan langsung saya jawab “TIDAK MINAT” tanpa mendengarkan argumen dan penjelasan dia, kemudian saya tutup dan blokir nomornya. Saya ngerti mrk juga cari nafkah, tetapi mrk seharusnya ngerti kl orang sudah bilang engga minat yah jangan dipaksa-paksa lagi. 

Satu contoh lain lagi, teman saya istrinya baru saja melahirkan di RS. Tiba-tiba ada telepon dari salah satu produsen susu yang menawarkan susu. Bahkan produsen susu tersebut sampai tahu kapan anaknya lahir, jenis kelamin dan nama anaknya. Gila bukan?. Ini adalah contoh simple, yang lebih parah lagi masih ada teman saya, ada orang kartu kredit apply pakai nama dan ktp dia, tetapi memalsukan alamat dan nomor hp. Tiba-tiba dia dikejar-kejar oleh debt collector karena hutang kartu kredit yang tidak pernah dia pakai. Yang parah pihak bank samasekali tidak ada toleransi dan tidak mau tahu, pokoknya hutang harus dibayar. 

Ujungnya malah kita sebagai konsumen yang dirugikan oleh hal ini, penyebaran data pribadi bukan kehendak kita, tetapi konsekuensi tetap harus di tanggung. 
Jualan data pribadi telah mencapai taraf darurat, kronis dan harus segera dihentikan. Karena sebenarnya hal tersebut telah dilarang dan illegal. Data pribadi merupakan hak pribadi dan tidak seharusnya diperjualbelikan. Malah sebenarnya telah ada permen dari kominfo yang melarang penyebaran data pribadi seperti ini. Tetapi sampai sekarang juga belum ada wadah pelaporan dan investigasi yang benar-benar efektif untuk memberantas praktek jual-beli data pribadi seperti ini. 

Komentari Tulisan